Minggu, 01 Mei 2016

Ternak Sapi Potong Sub Tropis



Pengembangan sub sektor peternakan memiliki peran yang strategis yakni sebagai produsen protein hewani. Konsumsi protein hewani penduduk Indonesia hari ini masih jauh tertinggal dibandingkan beberapa negara Asia lainnya. Tingkat konsumsi daging sapi penduduk Indonesia pada tahun 2015 baru mencapai 2,6 kg/kap/thn. Konsumsi daging negara ASEAN lainnya seperti Singapura dan Malaysia sebanyak 15 kg/kap/thn. Bahkan Argentina telah mencapai 55 kg/kap/thn, Brazil 40 kg/kap/thn, dan Jerman 40-45 kg/kap/thn. Oleh karena itu, usaha di bidang sub sektor peternakan khusus mengenai sapi potong masih sangat prospektif.
Salah satu kendala paling serius dalam pemenuhan kebutuhan daging nasional adalah produksi daging sapi local yang rendah yang diduga akibat dari persentase karkas yang juga rendah. Karenanya diperlukan impor sapi bakalan dari luar negeri seperti Bos Taurus yang berbobot besar dan persentase karkas yang tinggi. Berikut ini beberapa jenis sapi potong dari jenis Bos Taurus yang paling populer dikembangkan. 

 1. SAPI LIMOUSIN

Sapi Limousin dikembangkan di Prancis Tengah bagian selatan.sapi ini sebagai tenaga kerja dan sebagai sapi pedaging.Warna bulu merah coklat /coklat hitam,kecuali pada ambingnya. Pada jantan tanduknya mencuat keluar dan sedikit melengkung. Sapi ini termasuk sapi potong berkalitas baik, bentuk tubuhnya panjang dan tingkat pertumbuhannya tinggi. Sapi Limousin dengan perototan yang lebih baik dibandingkan Sapi Simmental.
Secara genetik Sapi Limousin dari wilayah beriklim dingin, tipe besar, volume rumen yang besar, voluntary intake (kemampuan menambah konsumsi di luar kebutuhan yang sebenarnya) yang tinggi dan metabolic rate yang cepat, sehingga menuntut tata laksana pemeliharaan lebih teratur. Sapi jenis limousin ini merupakan salah satu yang merajai pasar-pasar sapi di Indonesia dan merupakan sapi primadona untuk penggemukan, karena perkembangan tubuhnya termasuk cepat, bisa sampai 1,1 kg/hari saat masa pertumbuhannya.

2. SAPI BEEFMASTER


Sapi Beefmaster merupakan persilangan antara sapi Brahman, sapi Hereford, dan sapi Shorthorn. Kombinasi antara ketiga sapi tersebut menghasilkan sapi yang superior. Sapi Beefmaster ini juga merupakan salah satu dari jenis BX (Brahman cross). Sapi Beefmaster merupakan hasil persilangan  antara sapi Brahman jantan dengan sapi Shorthorn betina atau juga sapi Hereford dari Inggris. Ciri-ciri Sapi Beefmaster yaitu tubuh berukuran besar, bulu berwarna tidak seragam dari mulai cokelat atau cokelat kemerahan atau merah bercak putih dan ponok berukuran kecil.

3. SAPI HEREFORD


Sapi Hereford dikenal sebagai white face cattle adalah sapi potong impor yang berasal dari Inggris. Berkembang dengan baik di Amerika Serikat sejak tahun 1840. Dalam perkembangannya, sapi Hereford  banyak dikembangkan di Amerika Latin, Kanada, Australia, Selandia Baru dan Afrika Selatan. Bangsa sapi yang sangat baik jika digemukan dengan sistem pastur atau padang penggembalaan karena cara merumputnya yang baik.
Keunggulan dan performa produksi adalah memiliki kualitas daging sangat baik, daya adaptasi tinggi terhadap suhu tinggi dan suhu rendah, pakan sederhana, Bobot badan jantan dewasa rata-rata 850 kg dan 650 kg pada betina. Ciri-ciri Sapi Hereford yaitu memiliki tubuh rendah, tegap dan berurat daging padat, punggung lebar dan rata, bulu berwarna merah, dimana pada bagian muka, dada, sisi badan, perut bawah, bahu, ekor dan keempat kaki dari batas lutut berwarna putih.

4. SAPI ABERDEEN ANGUS


Sapi ini merupakan sapi tipe potong keturunan Bos Taurus yang berasal daratan Scotlandia Utara. Sapi Aberdeen Angus memiliki karakteristik kulit berwarna hitam, tidak bertanduk, tubuh rata, lebar dan dalam, seperto balok, padat dengan urat daging yang baik. Sapi dewasa jantan beratnya bisa mencapai 1000 kg dan yang betina 800 kg. Ciri-ciri sapi Aberdeen Angus antara lain warna hitam, leher dan telinga pendek, penuh bulu, punggung lurus, badan kompak dan padat, kaki kuat dan kokoh.
Pertumbuhan sapi ini cukup baik, cepat gemuk dengan pakan kualitas bagus, dagingnya tebal. Presentase karkas dapat mencapai 60% (Purnama dan Cahyo, 2010). Pertambahan bobot badan hariannya sekitar 1,2-1,5 Kg. Sapi ini mudah beradaptasi dengan kondisi pakan dan lingkungan tropis. Sapi ini kurang digemari peternak Indonesia karena kulitnya berwarna hitam gelap, sehingga harganya pun lebih murah dibandingkan dengan sapi jenis lain.

5. SAPI SHORTHORN


Sapi Shorthorn adalah sapi potong impor yang berasal dari Inggris, namun berkembang dengan baik di Amerika Serikat sejak tahun 1873. Bobot badan sapi dewasa dapat mencapai rata-rata 1.000 kg pada jantan dan 750 kg – 770 kg pada betina. Sapi Shorthorn merupakan salah satu bangsa sapi potong subtropis  yang digunakan peternak Indonesia sebagai bibit sapi potong.
Ciri-ciri fisik Sapi Shorthorn antara lain; memiliki tubuh besar dan kompak berbentuk segi empat atau bujursangkar, memiliki komposisi badan yang rata pada sisinya, punggung berbentuk garis lurus sampai pangkal ekor, kepala pendek dan lebar, tanduk pendek menjurus ke samping  dan berujung melengkung ke depan, bulu berwarna merah muda atau merah tua atau kombinasi merah putih atau kombinasi merah kelabu.

6. SAPI SIMMENTAL

Bangsa Sapi Simental berasal dari negara Switzerland. Ciri-ciri Sapi Simental sebagai berikut: berwarna merah dan bervariasi mulai dari merah gelap sampai hampir kuning, totol-totol serta mukanya berwarna putih, bentuk badan dari sapi simmental ini panjang, padat dan kompak. Berat badan  dapat mencapai 800 kg untuk sapi yang betina sedang untuk sapi yang jantan dapat mencapai 1150 kg.
Sapi ini terkenal karena memiliki kemampuan menyusui anaknya dengan baik serta pertumbuahan yang cepat  dengan penimbunan lemak di bawah kulit rendah. Tergolong sapi yang berukuran berat, baik pada saat kelahiran, penyapihan maupun saat mencapai dewasa dengan pertumbuhan yang baik.

7. SAPI CHAROLAIS


Sapi Charolais adalah sapi potong yang berasal dari Perancis, namun berkembang dengan baik di Amerika Serikat. Bangsa sapi yang didatangkan ke Amerika Serikat terutama untuk disilangkan dengan sapi Brahman dan sapi lainnya ini memiliki bobot badan dewasa rata-rata 1.000 kg pada jantan dan 750 kg pada betina. Sifat-sifat yang disukai yaitu perdagingan yang sempurna khususnya bagian loin dan paha belakang, tulang-tulang kuat, memiliki kemampuan mengasuh anak, kecepatan pertumbuhan tinggi, persentase karkas tinggi serta mempunyai daya tahan yang baik terhadap panas dan dingin.
Ciri-ciri fisik sapi Charolais yaitu tubuh berpostur besar, padat dan kasar, bulu berwarna krem muda atau keputih-putihan, warna putih cream dengan pigmentasi kemerahan pada kulit, khususnya disekitar hidung, mata dan perut. Pada umumnya Sapi Charolais bertanduk, tetapi ada pula yang tidak bertanduk. Berat lahir maupun berat sapih tergolong berat, yaitu berat lahir dapat mencapai 45 kg dan berat sapih dapat mencapai 275 kg dengan berat badan jantan mencapai 1200 kg dan betina 750 kg.
8. SAPI CHARBRAY


Sapi Charbray  adalah jenis sapi yang didapat dari persilangan antara sapi Charolais dengan sapi Brahman. sapi ini memiliki warna bulu adalah berwarna krem. serta memiliki punuk dan tanduk seperti brahman namun tanduk yang dimiliki hanya kecil.
9. SAPI DROUGHMASTER

Sapi droughmaster merupakan persilangan antara sapi shorton dari inggris dan sapi brahman dari india. sapi jenis ini banyak dikembangbiakkan di negara australia dan sapi ini memiliki ciri-ciri dengan perawakan tubuh yang besar dan mempunyai bulu coklat kemerahan diseluruh bagian tubuhnya sebagai ciri khas sapi ini.
Ciri ciri sapi Droughmaster yaitu tubuhnya kompak dan persegi layaknya sapi potong ada umumnya, warna tubuh cendrung berwarna merah kecoklatan walaupun ada warna lainya, memiliki daging yang padat, struktur tulang yang kuat, tanduk relatif pendek bahkan tidak ada. Keunggulan sapi Droughmaster antara lain memiliki sifat tahan terhadap serangan penyakit, memilki pertumbuhan yang cepat, tahan terhadap pakan yang buruk, tahan di cuaca ekstrim.

10.  SAPI BRANGUS
Sapi Brangus merupakan persilangan sapi betina Brahman (Bos indicus) dan pejantan Aberden Angus (Bos taurus). Komposisi genetikanya 3/8 Brahman dan 5/8 Aberdeen Angus. Sapi Brangus berasal dari Oklahoma, Amerika Serikat. Ciri khasnya adalah warna hitam dengan tanduk kecil. Untuk ciri lainnya adalah leher dan telinga pendek, punggung lurus, badan kompak dan padat, kaki kuat dan kokoh. Sifat Brahman yang diwarisi brangus adalah adanya punuk, tahan udara panas, tahan gigitan serangga dan mudah menyesuaikan diri dengan pakan yang mutunya kurang baik. Sedangkan sapi Aberden Angus yang diturunkan produktifitas dagingnya tinggi dan persentase karkasnya tinggi.

11. SAPI SANTA GERTRUDIS

Sapi ini merupakan sapi hasil persilangan sapi Brahman dengan sapi betina shorthorn, dikembangkan pertama kali di King Ranch Texas AS tahun 1943 dan pada tahun 1973 masuk ke Indonesia. Bobot jantan rata-rata 900 kg dan betina 725 kg. Badan sapi besar dan padat. Seluruh tubuh dipenuhi bulu halus dan pendek serta berwarna merah kecoklatan. Punggungnya lebar dan dada berdaging tebal. Kepala lebar, dahi agak berlekuk dan mukanya lurus. Gelembir lebar berada di bawah leher dan perut. Sapi jantan berpunuk kecil dan kepalanya bertanduk. Berat sapi jantan mencapai 900 kg sedang betina 725 kg. Dibanding sapi Eropa sapi santa gertrudis mempunyai toleransi terhadap panas yang lebih baik dan pakan yang sederhana dan tahan gigitan caplak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar